Saat istirahat, Kenny masih ada di kelas. Dia masih belum mengenal teman-temannya, sedangkan teman sebangkunya sendiri masih aja cuek. Huft... kira-kira gue ke kantin aja atau tetep di kelas ya? Tiba-tiba, Reinald masuk ke kelas. Jantung Kenny tiba-tiba juga berdetak lebih cepat. Gila, Reinald ke sini. Mana kelas lagi sepi lagi. Cuman ada tiga orang sama gue.Reinald pun berjalan ke tempat duduknya, yang nggak lain dan nggak bukan adalah tempat duduk di samping Kenny.
Sesampainya di tempat duduknya, Reinald langsung aja duduk. Tentu aja Kenny langsung salah tingkah. Tiba-tiba saja Kenny asal mengambil buku yang ada di depannya. Dia pura-pura membaca buku itu, tanpa disadari bahwa buku yang pura-pura di bacanya untuk menutupi wajahnya yang memerah itu terbalik. Reinald yang menyadari keanehan itu langsung bertanya ke Kenny. “Heh, lo niat baca buku nggak sih?” Kenny tiba-tiba sadar dengan kekeliruannya. Aduh, Reinald nyadar nggak ya kalau gue itu nervous banget duduk di dekatnya dia, sampai-sampai gue baca buku aja kebalik. “Eh... iya ya.” Kennypun membalik bukunya. “Ken, wajah lo kok merah gitu? Lo pucet deh. Lagi sakit ya? Mending lo ke UKS aja deh.” Reinald sepertinya sadar kalau wajah Kenny memerah, tapi dia hanya berpikir kalau itu karena Kenny sedang sakit. “Mmm... gue nggak apa-apa kok.” Kenny menjawab
Kenny speechless. Dia nggak berbicara lagi sepanjang waktu istirahat. Sewaktu pelajaranpun Kenny tetap terdiam. Kenny malu banget gara-gara kejadian tadi. Hingga saat pulang sekolah dia masih aja diam.
***
Sabtu, 02 April 2011
JATUH CINTA *Chapter 3*
Hari pertamanya di sekolah baru, Kenny nggak ikut upacara. Soalnya, setelah dia masuk kantor kepsek, dia langsung aja di kasih pertanyaan-pertanyaan oleh kepsek seputar sekolah lamanya. Nggak tanggung-tanggung nih, acara tanya jawab itu berlangsung selama 1 jam.
Setelah acara tanya jawab dengan kepsek selesai, Kenny langsung bergegas ke kelasnya soalnya upacara sudah selesai dari seuluh menit yang lalu, berarti dia sudah terlambat masuk ke kelas. Aduh, dasar kepsek. Pertanyaannya nggak selesai-selesai. Gue jadi terlambat kan.
Kenny sampai di depan kelasnya, yaitu kelas 2IPA3, ya itu kelas baru buat Kenny setelah kepindahannya ke Yogyakarta. Sebelum masuk ke kelasnya, Kenny terlebih dahulu mengetuk pintu kelas. Selang beberapa detik, ada seorang guru keluar dari kelas. Itu pasti yang namanya Pak Bimo, wali kelas gue sekarang, batin Kenny. Tadi sewaktu tanya jawab dengan kepsek, kepsek memang sudah memberitahu Kenny kalau hari pertamanya ini akan diisi oleh wali kelas untuk memberitahukan tentang jadwal pelajaran dan ekskul yang ada di sekolah ini.
“Permisi, pak. Nama saya Kenny.” Kenny berbicara kepada Pak Bimo.
“Oh, kamu pasti murid baru yang baru saja pindah dari Jakarta itu kan?”
“Iya, pak.”
“Kalau begitu ayo masuk ke kelas, bapak baru saja menjelaskan tentang pelajaran dan ekstrakurikuler yang ada untuk kelas 11” Kenny lalu mengikuti Pak Bimo masuk ke kelas. Sampai di depan kelas, Pak Bimo memperkenalkan Kenny sebagai anak baru. “ Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru. Silakan Kenny, kamu perkenalkan diri kamu.”
“Pagi teman-teman, nama saya Kennesia Viola Pratama atau biasa di panggil Kenny. Saya pindahan dari SMA 123 Jakarta. Mmm.. semoga kita bisa menjadi teman baik di sini.” Kenny memperkenalkan dirinya di depan kelas sambil melihat-lihat wajah teman-teman barunya. Tapi, pandangannya lalu berhenti di salah satu murid cowok yang nggak lain adalah Reinald. Ternyata, pandangan Reinald juga tertuju kepada Kenny. Sesaat pandangan mereka bertemu hingga tiba-tiba Pak Bimo berbicara, “Kenny, tempat dudukmu ada di barisan kedua di sebelah tempat duduk Reinald.” Waw, entah mengapa hari ini Kenny mendapat keberuntungan secara beruntun.
Gila, tempat duduk gue di sebelah reinald? Entah gue beruntung atau enggak. Tapi, apa Reinald masih inget gue ya? Kenny lalu menuju tempat duduknya. Tetapi, sebelum Kenny duduk di tempat duduknya, dia menyempatkan untuk tersenyum ke Reinald. Reinald nggak ngerespon senyum dari Kenny, dia cuman cuek-cuek aja.
***
Setelah acara tanya jawab dengan kepsek selesai, Kenny langsung bergegas ke kelasnya soalnya upacara sudah selesai dari seuluh menit yang lalu, berarti dia sudah terlambat masuk ke kelas. Aduh, dasar kepsek. Pertanyaannya nggak selesai-selesai. Gue jadi terlambat kan.
Kenny sampai di depan kelasnya, yaitu kelas 2IPA3, ya itu kelas baru buat Kenny setelah kepindahannya ke Yogyakarta. Sebelum masuk ke kelasnya, Kenny terlebih dahulu mengetuk pintu kelas. Selang beberapa detik, ada seorang guru keluar dari kelas. Itu pasti yang namanya Pak Bimo, wali kelas gue sekarang, batin Kenny. Tadi sewaktu tanya jawab dengan kepsek, kepsek memang sudah memberitahu Kenny kalau hari pertamanya ini akan diisi oleh wali kelas untuk memberitahukan tentang jadwal pelajaran dan ekskul yang ada di sekolah ini.
“Permisi, pak. Nama saya Kenny.” Kenny berbicara kepada Pak Bimo.
“Oh, kamu pasti murid baru yang baru saja pindah dari Jakarta itu kan?”
“Iya, pak.”
“Kalau begitu ayo masuk ke kelas, bapak baru saja menjelaskan tentang pelajaran dan ekstrakurikuler yang ada untuk kelas 11” Kenny lalu mengikuti Pak Bimo masuk ke kelas. Sampai di depan kelas, Pak Bimo memperkenalkan Kenny sebagai anak baru. “ Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru. Silakan Kenny, kamu perkenalkan diri kamu.”
“Pagi teman-teman, nama saya Kennesia Viola Pratama atau biasa di panggil Kenny. Saya pindahan dari SMA 123 Jakarta. Mmm.. semoga kita bisa menjadi teman baik di sini.” Kenny memperkenalkan dirinya di depan kelas sambil melihat-lihat wajah teman-teman barunya. Tapi, pandangannya lalu berhenti di salah satu murid cowok yang nggak lain adalah Reinald. Ternyata, pandangan Reinald juga tertuju kepada Kenny. Sesaat pandangan mereka bertemu hingga tiba-tiba Pak Bimo berbicara, “Kenny, tempat dudukmu ada di barisan kedua di sebelah tempat duduk Reinald.” Waw, entah mengapa hari ini Kenny mendapat keberuntungan secara beruntun.
Gila, tempat duduk gue di sebelah reinald? Entah gue beruntung atau enggak. Tapi, apa Reinald masih inget gue ya? Kenny lalu menuju tempat duduknya. Tetapi, sebelum Kenny duduk di tempat duduknya, dia menyempatkan untuk tersenyum ke Reinald. Reinald nggak ngerespon senyum dari Kenny, dia cuman cuek-cuek aja.
***
Langganan:
Postingan (Atom)