Welcome to My Blog

Jumat, 19 November 2010

JATUH CINTA *Chapter 2*

“Hai, lo Kenny kan?” cowok itu menyapa Kenny dengan suara coolnya. Sesaat Kenny bingung, kok dia tau nama gue sih?
“ Iya, kok kakak tau namaku sih?” Kenny menjawab dengan perasaan yang masih bingung.
“Ya tau dong, anak mana sih yang nggak tau lo?” Cowok itu menjawab sambil tersenyum. Manis banget deh wajahnya.
“Maksud kakak?” Kenny masih aja bingung dengan ucapan cowok yang ada di depannya ini.
“Eh, nggak usah manggil gue kakak lagi, gue juga masih seumuran sama lo kok. Gue itu masih kelas 11 juga. Emang tampang gue segitu tuanya ya?” “Mmm... lo mau tau kan kenapa lo terkenal?” cowok itu bertanya sambil tersenyum misterius.
“I..Iya” Kenny menjawab dengan ekspresi yang semua orang pasti tau kalau dia itu lagi bingung. Apalagi dengan dia mengetahui kalau cowok yang ada di hadapannya itu seumuran dengan dia. Tapi cowok itu memang keliatan dewasa banget.
“Sebenernya, ada satu cowok kelas 11 yang....” “Teeeet......teeeet......” ucapan cowok itu terputus oleh suara bel yang nyaring banget. “Eh, kok udah jam segini sih? Ayo kita ke lapangan, nanti kalau telat bakal dikasih hukuman lo!”
“Eh, tapi gue harus ke kantor kepsek dulu. Lo bisa kasih tau gue nggak di mana tempatnya?”
“Oh, kalau kantor kepsek sih ada di sebelah utara lapangan. Gue anterin aja ya biar lo nggak kesasar. Lagipula kelas gue upacaranya deket sama kantor kepsek, jadi kita searah.”
“Boleh deh, thanks ya.”
“With my pleasure”
Merekapun menuju ke kantor kepsek sambil lari-lari kecil takut upacaranya keburu mulai. Sesampainya di sebelah utara lapangan, cowok itu nunjukin ke Kenny di mana kantor kepsek. Kennypun segera menuju ke kantor kepsek. Dia sebetulnya agak nervous juga, soalnya di hari pertamanya ini dia malah lumayan telat buat lapor ke kepsek, walaupun sebetulnya Kenny udah datang dari tadi sih.

JATUH CINTA *Chapter 1*

Jatuh itu sakit kan? Apalagi kalau jatuh di tempat yang nggak rata, rasanya seperti disayat benda tajam. Mungkin itu pula mengapa manusia mengatakan “Jatuh Cinta”. Bila kita jatuh di tempat yang tepat (hati yang tepat), maka kita tak akan merasakan sakit atau bahkan kita merasakan bahwa hidup ini begitu indah. Sedangkan bila kita jatuh di tempat yang tak seharusnya kita akan merasakan sakit yang teramat sangat sampai-sampai kita berfikir bahwa hidup ini tak berguna lagi.
***

Cowok itu ada di sini? Gue pasti salah lihat deh. Kenny lalu mengusap-usap matanya untuk memastikan bahwa penglihatannya nggak salah. Tapi, memang ada seorang cowok yang yang dikenal Kenny sedang berjalan ke arah lapangan. “Nggak salah lagi, itu pasti Reinald” batin Kenny. “Dia ada di sekolah ini?”
Mulai hari ini, Kenny memang pindah sekolah ke SMA 96, itu dikarenakan pekerjaan orangtuanya dipindah tugaskan ke luar negeri, jadi Kenny sekarang tinggal dengan kakaknya yang masih kuliah di Yogyakarta. Di hari pertamanya, Kenny sudah dikagetkan oleh seorang cowok yang beberapa tahun lalu pernah ada di hatinya, cowok itu adalah Reinald. Reinald emang punya tampang cool, boleh di bilang dia punya wajah indo, atau jangan-jangan dia memang keturunan campuran? Hal itu belum ada yang tau, karena Reinald ini memang tertutup sama orang lain.
Sampai beberapa saat, Kenny masih aja ngeliat wajah cakep Reinald. Tapi tiba-tiba, “Woi, ngelamun terus. Ngliatin siapa hayo?” ternyata, kakaknya Kenny dari tadi merhatiin Kenny yang begitu sampai ke sekolahnya malah ngelamun. “Apaan sih kakak, bikin kaget aja!” Kenny yang dari tadi ngelamun tentu aja kaget, sampai-sampai jantungnya serasa mau copot (lebay deh!). “Apaan apa? Kamu tuh dari tadi kok ngelamun, kesambet lo nanti! Udah sana masuk, tapi lapor dulu ke kepala sekolah, atau kamu mau kakak temenin?” cerocos kakaknya. “Nggak usah, Kak. Aku jalan sendiri aja, kakak pulang aja deh.” Kenny jawab sambil ngusir kakaknya, karena gara-gara kakaknya ini dia jadi kehilangan sosok Reinald. “Ya udah sana, nanti keburu bel lo!”
Kenny lalu berjalan ke gerbang sekolah. Dia lalu bingung sendiri, ruang kepala sekolahnya di mana ya? Aduh, gue kok bisa lupa tanya ke kak Clara sih? Bego..Bego..Bego... Tapi, entah kebetulan atau memang hari ini hari keberuntungannya Kenny, ada seorang cowok datang menghampiri Kenny. Cowok itu cakep banget. Kalau di lihat dari tampangnya sih mungkin udah kelas 12, berarti dia itu kakak kelasnya Kenny.

Jumat, 12 November 2010

a friend in need is a friend indeed

Who doesn’t have friends? Nobody does. So, everybody has friends, but finding a true friend is really difficult. Now, we can ask a question “What is a good friend?”.
Firstly, a good friend is a true friend that helps you when you are in need. So, if we have a trouble that we can’t finish it, the true friend will help us. And if they have a trouble, we also help them.
Secondly, a good friend is not look to your physically, mentally, or economically. They only look to your heart. They take us as we are. And we may not to choose friend just from their physical appearance.
Thirdly, a good friend is someone that respects us and we respect them. We must not with our good friend every time. It means, friends are like stars, you don’t always see them, but you always know they are there, because they also have their privacy activity. And we also have our privacy that they may not know. In the other mean, we must not share our secret with them or their secret to us
Fourthly, a good friend is someone that reminding us if we have a mistake, and we also reminding them if they have a mistake. So, it can make us know if we have a mistake, and we can correct our mistake. We must not to repeat our mistake for the second time.
Fifthly, a good friend is someone needs compromise, sacrifices, and helping attitude towards each other. Sometimes we become demanding and always expect that friend will always agree with our opinion, but that is a wrong attitude and you should expect too much, because no one have the same attitude.
Sixthly, a good friend cares about our feeling and our dreams. A good friend is also honest and we enjoy spending our time with them.
Because of that, it is difficult become the real friend, as difficult to find a good friend. It is difficult to always beside our friend, as difficult to find the friend which ever reside in our side. Also difficult to always provide the time to a friend, as difficult for friend searching time which always available to us.