Jatuh itu sakit kan? Apalagi kalau jatuh di tempat yang nggak rata, rasanya seperti disayat benda tajam. Mungkin itu pula mengapa manusia mengatakan “Jatuh Cinta”. Bila kita jatuh di tempat yang tepat (hati yang tepat), maka kita tak akan merasakan sakit atau bahkan kita merasakan bahwa hidup ini begitu indah. Sedangkan bila kita jatuh di tempat yang tak seharusnya kita akan merasakan sakit yang teramat sangat sampai-sampai kita berfikir bahwa hidup ini tak berguna lagi.
***
Cowok itu ada di sini? Gue pasti salah lihat deh. Kenny lalu mengusap-usap matanya untuk memastikan bahwa penglihatannya nggak salah. Tapi, memang ada seorang cowok yang yang dikenal Kenny sedang berjalan ke arah lapangan. “Nggak salah lagi, itu pasti Reinald” batin Kenny. “Dia ada di sekolah ini?”
Mulai hari ini, Kenny memang pindah sekolah ke SMA 96, itu dikarenakan pekerjaan orangtuanya dipindah tugaskan ke luar negeri, jadi Kenny sekarang tinggal dengan kakaknya yang masih kuliah di Yogyakarta. Di hari pertamanya, Kenny sudah dikagetkan oleh seorang cowok yang beberapa tahun lalu pernah ada di hatinya, cowok itu adalah Reinald. Reinald emang punya tampang cool, boleh di bilang dia punya wajah indo, atau jangan-jangan dia memang keturunan campuran? Hal itu belum ada yang tau, karena Reinald ini memang tertutup sama orang lain.
Sampai beberapa saat, Kenny masih aja ngeliat wajah cakep Reinald. Tapi tiba-tiba, “Woi, ngelamun terus. Ngliatin siapa hayo?” ternyata, kakaknya Kenny dari tadi merhatiin Kenny yang begitu sampai ke sekolahnya malah ngelamun. “Apaan sih kakak, bikin kaget aja!” Kenny yang dari tadi ngelamun tentu aja kaget, sampai-sampai jantungnya serasa mau copot (lebay deh!). “Apaan apa? Kamu tuh dari tadi kok ngelamun, kesambet lo nanti! Udah sana masuk, tapi lapor dulu ke kepala sekolah, atau kamu mau kakak temenin?” cerocos kakaknya. “Nggak usah, Kak. Aku jalan sendiri aja, kakak pulang aja deh.” Kenny jawab sambil ngusir kakaknya, karena gara-gara kakaknya ini dia jadi kehilangan sosok Reinald. “Ya udah sana, nanti keburu bel lo!”
Kenny lalu berjalan ke gerbang sekolah. Dia lalu bingung sendiri, ruang kepala sekolahnya di mana ya? Aduh, gue kok bisa lupa tanya ke kak Clara sih? Bego..Bego..Bego... Tapi, entah kebetulan atau memang hari ini hari keberuntungannya Kenny, ada seorang cowok datang menghampiri Kenny. Cowok itu cakep banget. Kalau di lihat dari tampangnya sih mungkin udah kelas 12, berarti dia itu kakak kelasnya Kenny.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar