“Hai, lo Kenny kan?” cowok itu menyapa Kenny dengan suara coolnya. Sesaat Kenny bingung, kok dia tau nama gue sih?
“ Iya, kok kakak tau namaku sih?” Kenny menjawab dengan perasaan yang masih bingung.
“Ya tau dong, anak mana sih yang nggak tau lo?” Cowok itu menjawab sambil tersenyum. Manis banget deh wajahnya.
“Maksud kakak?” Kenny masih aja bingung dengan ucapan cowok yang ada di depannya ini.
“Eh, nggak usah manggil gue kakak lagi, gue juga masih seumuran sama lo kok. Gue itu masih kelas 11 juga. Emang tampang gue segitu tuanya ya?” “Mmm... lo mau tau kan kenapa lo terkenal?” cowok itu bertanya sambil tersenyum misterius.
“I..Iya” Kenny menjawab dengan ekspresi yang semua orang pasti tau kalau dia itu lagi bingung. Apalagi dengan dia mengetahui kalau cowok yang ada di hadapannya itu seumuran dengan dia. Tapi cowok itu memang keliatan dewasa banget.
“Sebenernya, ada satu cowok kelas 11 yang....” “Teeeet......teeeet......” ucapan cowok itu terputus oleh suara bel yang nyaring banget. “Eh, kok udah jam segini sih? Ayo kita ke lapangan, nanti kalau telat bakal dikasih hukuman lo!”
“Eh, tapi gue harus ke kantor kepsek dulu. Lo bisa kasih tau gue nggak di mana tempatnya?”
“Oh, kalau kantor kepsek sih ada di sebelah utara lapangan. Gue anterin aja ya biar lo nggak kesasar. Lagipula kelas gue upacaranya deket sama kantor kepsek, jadi kita searah.”
“Boleh deh, thanks ya.”
“With my pleasure”
Merekapun menuju ke kantor kepsek sambil lari-lari kecil takut upacaranya keburu mulai. Sesampainya di sebelah utara lapangan, cowok itu nunjukin ke Kenny di mana kantor kepsek. Kennypun segera menuju ke kantor kepsek. Dia sebetulnya agak nervous juga, soalnya di hari pertamanya ini dia malah lumayan telat buat lapor ke kepsek, walaupun sebetulnya Kenny udah datang dari tadi sih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar